Agar sebuah hubungan romansa bisa berjalan dengan harmonis, tidak bisa ada dua sifat yang sama dalam sebuah hubungan, tidak bisa maskulin-maskulin atau feminin-feminin. Bahkan dalam hubungan homoseksual sekalipun selalu ada maskulin dan feminin. Yin dan Yang. Ini adalah hukum alam semesta yang tidak bisa dipatahkan, bahkan oleh feminisme sekalipun. Justru karena feminisme berusaha melawan hukum ini makanya ada begitu banyak disharmoni yang terjadi.
Apabila Anda masih tidak mengerti apa bedanya feminin dan feminisme, maka silakan membaca artikel saya Wanita v.s. Pria. Feminin adalah sifat kewanitaan yang saya jabarkan di atas, sedangkan feminisme justru melawan semua itu dan mendorong wanita untuk menjadi seperti pria.
Jangan salah persepsi. Saya tidak menganjurkan Anda untuk menjadi wanita bodoh tidak bersekolah, tidak memiliki pendirian sendiri, bersedia ditindas, dan tidak boleh mengejar karir. Sama sekali tidak!
Menjadi feminin tidak ada hubungannya dengan semua itu.
Menjadi feminin adalah menjadi wanita yang sesungguhnya. Menjadi diri Anda yang sesungguhnya. Menjadi feminin adalah soal hati dan jiwa Anda sebagai seorang wanita.
Masih ingat ketika Anda pertama kali jatuh cinta? Mungkin saat Anda duduk di SMP atau SMA. Bagaimana rasanya? Indah sekali bukan? Hati Anda terasa hangat dan berbunga-bunga. Ketika bersamanya, Anda duduk dengan manis, tersipu malu, senyum Anda begitu lepas dan cantik, tutur kata Anda halus dan lembut. Anda begitu murni dan polos. Siapapun yang melihat Anda pasti dapat merasakan aura feminin yang memancar bersinar.
Anda merasa menjadi wanita yang sesungguhnya saat itu.
Dan memang betul. Anda telah menjadi seorang wanita. Saya tidak berbicara tentang saat jatuh cinta saja. Saya berbicara tentang saat di mana Anda jujur pada hati dan jiwa Anda sebagai seorang wanita. Ketika Anda jujur pada diri Anda sendiri, maka sifat feminin yang selama ini ada dalam diri Anda akan meluap keluar. Karena wanita adalah feminin, dan feminin adalah wanita. Anda diciptakan seperti itu.
Dan itu adalah hal yang luar biasa! Anda pun tahu. Itu sebabnya Anda seringkali membayangkan masa-masa ketika Anda masih polos dahulu di mana Anda belum merasa kesepian akibat memasang tembok tebal sebagai pertahanan terhadap pria agar Anda tidak menderita sakit hati lagi. Masa-masa di mana Anda berkhayal menjadi pengantin cantik dan menjadi ibu rumah tangga dengan keluarga yang hangat penuh cinta dan anak-anak yang lucu.
Dan saya tahu, setiap wanita sampai hari ini tetap menginginkan hal itu. Itu adalah hal terbaik yang bisa didapatkan oleh seorang wanita. Bukan uang, bukan karir, bukan sepatu Prada atau tas Louis Vuitton, tapi menjadi wanita sejati sesuai kodratnya.
Tapi Anda telah lama melupakan perasaan tersebut. Anda telah lama meninggalkan sifat feminin Anda dan menggantinya dengan fun, fearles female ala Cosmopolitan yang hedonis dan egois. Anda telah merubah mimpi Anda menjadi ibu rumah tangga yang bahagia menjadi wanita karir yang sukses tapi kesepian.
Wanita yang membuang sifat femininnya sudah pasti tidak akan bisa bahagia.
Karena dia melawan dirinya sendiri sebagaimana dia telah diciptakan.
Sungguh absurd rasanya apabila saya harus mengajarkan bagaimana caranya menjadi feminin, karena seharusnya Anda lebih tahu daripada saya. Demi Tuhan, Anda seorang wanita! Harusnya Anda yang mengajari saya!
Tapi apabila saya yang seorang pria bisa berbicara panjang lebar seperti ini untuk mengajari Anda tentang menjadi feminin, bukankah itu membuktikan betapa kacaunya dinamika sosial kita sekarang? Saya harap para wanita menjadi malu karenanya dan melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.
Satu hal yang harus saya tekankan: Feminin tidak sama dengan cantik dan seksi.
Karena feminin adalah sifat, maka feminin bukan dinilai dari penampilan. Yah memang Anda bisa terlihat lebih feminin dengan berpenampilan tertentu, seperti berambut panjang dan memakai gaun. Tapi itu sama saja seperti seorang pria yang melatih tubuhnya hingga macho berotot tapi sama sekali tidak maskulin, cengeng dan tidak bisa mengambil keputusan. Wanita yang memiliki sifat feminin pasti akan berpenampilan feminin. Tapi tidak sebaliknya.
Pria yang maskulin dan berkualitas mungkin akan tertarik di awal-awal ketika melihat wanita yang berpenampilan cantik nan feminin. Namun ketika mengetahui bahwa itu hanyalah topeng dan alat manipulasi belaka untuk mendapatkan kepuasan ego ketika mendapat perhatian pria, mereka akan pergi meninggalkan wanita tersebut. Pria sejati luar dalam menginginkan wanita sejati luar dan dalam pula.
Apakah Anda wanita sejati luar dan dalam?
Seluruh tulisan kali ini berisi konsep yang saya harap dapat membuat Anda berpikir kembali mengenai sifat feminin wanita. Mungkin tidak kongruen dengan judulnya, tapi jangan khawatir karena saya akan menulis tentang cara-cara menaklukan pria dengan menjadi feminin di postingan berikutnya.
Sahabat Anda,
Kei Savourie
Baca juga:
Senjata Terampuh Wanita Untuk Menaklukkan Pria – Part #2
Popularity: 4% [?]
setuju boss… jaman sekarang susah cari wanita kek gitu. Wanita yang menghabiskan hari-harinya dengan keluarga, tidak ragu bercengkrama dengan tetangga, wanita yang mendengarkan dan memberikan tanggapan positif pada siapapun yang bercerita kepadanya…
tulisan bro diatas bikin gw sadar, cewek yang gw cari ternyata bukan yang gw fikirin yang gak jelas apa yang gw cari… tapi… tulisan di atas dah ngerangkum hampir semua apa yang gw cari.
gw pernah baca tulisan kalo gak salah kek gini, “gadis jaman sekarang mengaku mencintai ibunya, dan mengidolakannya. Tetapi waktu ditanya cita-cita yang ada jawaban mereka adalah wanita karir, padahal ibunya hanya ibu rumah tangga biasa yang mengerti hakikat wanita – buat wanita karir no offsense ya… “
yup,
sgt amat setuju…
susah bgt nyari cwe yg bener2 feminin…
sering bgt ketemu cwe yg “kliatanny” feminin, tp stlh kenal sifatny…-enggak bgt deh…- hahaha…
One of the best articles about relationship that I’ve ever read…It explains why the divorce rate has a very strong correlation with a country “sophistication” and income per capita..the women take the role of men..remember that woman needs a man…and man needs a WOMAN…
Ya, maskulin dan feminin saling tarik menarik.Pria maskulin tentu saja tidak tertarik dgn wanita yg dominan, suka mengatur, kasar yg mrpkn ciri maskulin.
Bahkan dalam hubungan sesama jenis pun (lesbi & gay) ada pihak yg berkarakter maskulin, dan yg lainnya feminin.
Sebagai info, dari 50 wanita paling berpengaruh di dunia, 37 di antaranya tidak menikah atau sudah bercerai. Sedangkan 17 sisanya memiliki pasangan yang tunduk di bawah ketiak mereka.
Sadarlah kalian kaum wanita..
thax atas penjabarannya, jadi jelas di otak saya wanita seperti apa yg saya inginkan
sayang jaman sekarang (most of them) laki-laki mulai kehilangan maskulin nya lebih banyak yang sensitif dan mellow, .. entah apakah itu representasi dari ‘teriakan’ perempuan atas ketidakmengertian laki-laki memahami mereka ataukah keinginan laki-laki agar mereka juga bisa seperti wanita (perasa, sensitif, penuh cinta, lembut dll)..
anyway, very good article
berarti di tempat clubing bukan tempat yang tepat buat cewe feminin dong ya?
bingung :-\
Seperti biasa, Brother Kei Savourie selal menemukan “Pinpoint” dari suatu masalah dengan akurat, sangat akurat. I bow to this entry.
Pengen nambahin, setelah ribuan kali bermimpi mendapatkan wanita feminin, ratusan kali memulai hubungan dengan wanita, dan puluhan kali hancur karenanya.. akhirnya gw mendapatkan sosok wanita yg atribut femininnya luar biasa kental; penyayang, pengasih, perawat, pengalah, supporter handal, penurut, sufficient vulnerability, seperti yg Kei tuturkan diatas dan banyak orang mengakui sekaligus mencintainya atas feminitasnya yg positif. Teman-teman gw (cowok) selalu “meleleh” apabila berada disampingnya. Gw bersyukur atas Yin & Yang harmonis ini.
Semua ini Ia peroleh dari Orangtuanya, yg notabene memiliki peran ayah-ibu yg sangat konsisten dan persisten akan kodrat. Gw selalu bersyukur dan menyesal sering menyakitinya.
Namun ironisnya, teman-temannya berkata lain!. Hampir semuanya mengatakan Ia bodoh dan seringkali meracuninya dengan paradigma ‘fun, fearless female’, Jarang sekali ada yg meneladani feminitasnya. Itu semua membuatnya bimbang, bahkan Ia sempat merasa bahwa yg Ia lakukan selama ini salah. Teman2nya juga seringkali menjelek-jelekkam sifat maskulin gw dan menawarkan cowok2 feminin agar Ia berubah menjadi seorang dominatrix.
Yah ini adalah sebuah contoh kasus penguat entry Kei Savorie.. I bear no grudge to those girls.. I just wanna save them from this miscode. Thanks for ur concern
wuawww… mantebh niyh kei… paris hiltonnya di angkat lagi topiknya…hahahha
setelah mencoba menganalisa dari dinamika sosial yg ada gw setuju bgt sama artikel ini…
ya dari artikel di atas sebagai laki2 bisa dikatakan kebutuhan kita akan wanita itu simple…feminim dan cantik (off course…hahahahaha)…dan karena banyak hal yg terjadi dan didukung oleh efek domino akan emansipasi kebablasan akhirnya terbentuklah ‘dempul-dempul’ wanita metropolis yg gak cuma di kota-kota besar yg ada fenomena seperti ini…di daerah kota kecil seperti di kota saya pun sekarang menghadapi fenomena yg sama, yg temponya bersamaan dengan kehancuran akan maskulinitas pria… thanks to the m***a… X-P
mudah2an bagi wanita yg membaca artikel ini menjadi semakin mengerti akan kodratnya yg sudah dikatakan oleh R.A KArtini (aku lupa kata2nya X-P.. dan hanya bisa memberikan intinya)…dan tidak menciptakan topeng2 baru akan memperparah keadaan dirinya…^^
-correct me if i’m wrong-
Great undeviating articles… So will Kei n HS’s kogals found d character builder group 4 woman?? Since bnyk jg sbnrny cewe2 ‘malang’ d luar sana… Entah itu krn kehilangan feminitas, confidency issue, ato yg laen…
Oia, wanita2 karir sbnrny merasakan kepiluan trsndiri yg gak bs dideskripsikannya lho… Saat2 dy sndiri d kamar, hehe…
wanita tetapi tidak menunjukkan kewanitaannya “feminim” cenderung selalu menyetir dan terlalu sombong untuk di beri masukkan atau di pimpin… mereka telah kehilangan arah selaku sebagai wanita yang dapat membuat kita hangat dalam kasihnya…
kualitasnya kita sebagai pria yang menarik dan glossy tentu-nya sangat disayangkan jika kita terlalu membuang-buangkan kharisma kita kpd mereka, wanita yang tidak feminim/maskulin hanya membawa suasana menjadi tidak menarik… apa lagi kita pria suka sesuatu yang menantang, menantang dalam arti ini bukan yang membuat kita menjadi pria yang mengejar2 mereka, tetapi menantang dalam arti, siapakah gadis itu ? kata siapakah sangat luas (sifatnya, keramahnnya, rendah hati, dermawan, sosial, lembut, tegas, prinsip,peduli,memasyarakat,intelektual, apalagi memiliki tipe A) tetapi semua itu mungkin tidak ada…. tapi kita yang menbuat mereka ada….
regard
tyhasmoro
untuk crew hitmansystem, terimakasih banyak sobat
loe sudah merubah putaran hidup gue yang ada di dalam goa….
sejak 4 tahun terakhir gue putusan…., itu membuat gue dilemma… dan stelah 4 bulan gue terapkan artikel yang sobat berikan….
tanpa kata… hanya meraba, bahwa gue telah B.E.R.U.B.A.H atas S.E.G.A.L.A.N.Y.A
dan gue sudah mendapatkan wanita yang bener2 wanita alias feminim,
Orang pasti memandang sebelah mata pada bencong. Seharusnya orang memandang demikian juga pada penganut feminisme karena telah menyalahi kodratnya. Sama seperti bencong yang menyalahi kodratnya hahahaha…
nice artikel. tq
Another great article from Kei Savourie. This is one of the best articles that I’ve read about men-women relationship. Kei’s article explains the dreadful statistical relation between a country’s level of “sophistication” (you could say..income per capita) and the divorce rate ( it’s a quantifiable measure of relationship success in general I guess). We could say that the greater a country’s income per capita is, the higher the level of women economic independence and empowerment.
Nothing is wrong with that, but the unfortunate impact is the less likely that men could lead in the family or relationship in general. It’s a sad fact if you believe that an ideal relationship between a man and a woman is one of measures of happiness (and I strongly believe it is).
Indonesia currently is doing better and better in terms of economic performance as a country. I am afraid that we will see a sharp increase in Indonesia’ divorce rate. More and more people will be unhappy with his/her relationship because of this changing role of men and women….
Woman needs a man….and man needs a WOMAN….
wah, kayaknya pengalaman ni…
Betul itu, betul. Setuju.
itu sebabnya pa BJ Habibie begitu kehilangan istrinya, his wife was so feminim in every way. feminim adalah suatu gaya hidup pembelaan kaum wanita terhadap dominasi pria, namun sayang hal itu menjadi bumerang bagi mereka. nice article kei. hope this clap so many girls out there.
Thank you for writing such a beautiful piece, Kei. Well written and i totally agree. Continue to spread the words and we are delighted to share with our female friends and relatives.
Would be very lovely if the writing could be wrapped in a LOVE LETTER format from MEN to ALL WOMEN OUT THERE. Maybe it could be legalized and signed by everyman who dearly believes in it. Then spread it like a virus.
The readers may approve it or totally reject it. It’s their choice, however it will forever disturb their true heart.
I start to realise MEN and WOMEN do not communicate enough and give each other sufficient time to listen to each other’s desires or dreams … No time for proper digestion and cross checking. In the end BOTH allow room for major misinterpretations and false assumptions (Yes, women tend to make too much assumptions). This when the WAR Room is somehow being activated and some will eventually get hurt.
One thing to remember: The world are not loosing feminine and virtuous women. Some women have managed to break free from or are in the process of breaking the vicious cycle of being trapped in FUN & FEARLESS WOMAN template. Men here should come to rescue and be a source of strength.
As my personal reference, there is a nice description of feminine virtuous woman that has endlessly driven me to pursue my fate – Proverbs 31:10-31.
I am sure, there are many others reference which could very well represent A TRUE FEMININE & VIRTUOUS WOMAN. I came across this words by Muhammad SAW: “A virtuous wife is a man’s best treasure”
Noviera
Setuju karena wanita yang lemah lembut dan feminim adalah dambaan pria yang mencari cinta sejati bukan cm karir saja.
Tulisan mantap bro..
Salah satu yg terbaek yg pernah ane baca..
Semoga para wanita yg baca bisa menjadi lebih wanita luar dalem ^_^
mantap isinya ini terjadi di keluarga gw, jujur kk gw yg wanita karir yg umurnya skrng 30 lebih sisi feminimnya gk begitu dominan lagi, imbasnya sisi maskulinnya timbul kaya sering marahin gw asli kaya bro kaya cowok klo lg marah, gile malahan sering perang adu mulut ama gw klo ada masalah di rumah.. (sory nee ku share aja di keuarga gw)
artikel yang tidak pernah kuduga sebelumnya… jarang banget aku bisa kepikiran soal femininnya diriku… banyak yang bilang aku kayak cowo, n aku pun mengakuinya…
so artikel ini, akan membuka mataku lebar-lebar bagaimana aku harus menunjukkan siapa diriku…
hey guys this is sweet
but i think the tittle should be
Harapan pria terhadap wanita jaman sekarang! ( sounds more honest )
gimana dengan laki laki jaman sekarang?
anyway this so ME –> Sifat ceria dan percaya diri namun penuh cinta kasih, penyayang, penyabar, perawat, pengalah, menghargai orang lain, penuh simpati dan empati, halus dan lemah lembut baik dari pembawaan maupun tutur kata. Dan semua ini terlihat dan bisa dirasakan dari cara dia berpakaian, cara berjalan atau duduk, cara berbicara, caranya menyentuh, ah.. semuanya terlihat begitu anggun, gemulai dan cantik! Hahahahahaahahahahah
Man is Just a Man
Hii Kei!
Gw sbg wanita yg udah membaca notes ini mengatakan ada setuju dan tidak setuju nya. Setujunya adlh spt yg td udh kmu sebutin diatas. Dan TIDAK nya adalah nggak semua wanita tomboy punya sifat2 yg keras, egois, apalagi menjadi ‘pemicu’ keretakan suatu hubungan. Pada kenyataannya, seorang pria Yang telah mendapatkan wanita feminim msh bisa retak juga hubungannya. Dan adapula diluar sana para pria yg MENYUKAI tipe wanita tomboy kok. Soal langgeng-retaknya suatu hubungan, feminim-tomboynya si wanita, kalo menurut gw itu adalah tergantung dari kepribadian dan pribadi masing2 individu itu sendiri bagaimana menyikapi permasalahan dan perbedaan yg dialami. Tidak bs di ‘pukul rata’.
So, c’mon guys, kalian para pria terkadang yg
terlalu ego.
Anda tidak sepenuhnya mengerti apa isi artikel di atas.
Artikel ini tentang bagaimana wanita kembali ke kodratnya, yang lemah lembut dan sebagainya.
Saya rasa tidak perlu melihat wanita tomboy, wanita yang tampilannya girly pun sudah banyak yang kehilangan sifat feminimnya.
Coba anda lihat realita sekarang ?? benar seperti yang di katakan di artikel ini wanita sekarang berlomba lomba menjadi Super Woman dan karena mereka tidak mengerti konsep Super Women akhirnya jadilah Super tanpa Woman. Tapi kembali lagi ke diri anda pribadi
Tidak semua org setuju, tp sy menyukai cewe tomboy koq.
Hey, namanya opini, ga ada salah atau benarnya. Makasi dah sharing aja.
tips buat yg sering dijahilin:
http://andredream.wordpress.com/2010/07/10/bete-dengan-orang-jahil-yang-sering-miscall-blok-callsms-nya-dengan-aplikasi-simple-ini/
Kei, akhirnya topik ini diangkat juga. Gw setuju banget dengan ide kembali ke Feminisme yg sejati yg sesuai dengan kodrat. Bukan feminisme absurd yg direcoki dengan isu-isu modernisasi. Semoga dunia ini masih bisa diselamatkan… Thanks, bro
saya pikir dewasa ini keadaan bisa membuat seorang wanita manjadi lebih maskulin, misalnya kalau dia dibiasakan mlakukan apapun sendiri demi untuk bertahan menjalani kesehariannya jadi yang dimaksud Sodara kei disini feminim dalam hal apa selain penampilan dan kpribadian yg dimaksud?
Can`t Agree More!
It`s Great Kei, Pria memang memimpikan wanita yang memang layaknya seorang wanita, bukan wanita seperti Margaret Teacher yang ingin mengejar karier, numpuk duit, sok bisa melakukan apa yang pria biasa lakukan dan berkata “gua juga bisa melakukan apa yang pria bisa, lhoo”
Jika emansipasi yang didegungkan Ibu Kalian Kartini, dengan “habis gelap terbitlah terang” saya sangat setuju. Tapi bukan dengan peng-aplikasi-an seperti yang sekarang kita lihat, hilangnya sifat feminim dari wanita, kesamaan derajat yang “kebablasan”. Saya pikir jika seperti keadaan wanita jaman sekarang yang banyak tuntutan, Ibu Kartini saya kira Iseng Deh.
Ps: Ada pekerjaan lebih mulia dari seorang wanita, bukan jadi direktur, pebisnis, karier mampus-mampusan….tapi jadi IBU dari anak2 nya dan istri dari suaminya.
satu lagi kei,
Jika melihat seorang wanita yang anggun, tutur kata yang sopan, menyentuh, penuh kasih sayang, siap bekerja jadi IBU ….. gua rela ngarep kei
Coba pikir, wanita cantik, duit banyak, rambut di cat, hot pants, sebatang rokok ditangan, bicara teriak sampe A**ing2, sok gaya, glamour, ngabisin duit, nunjuk2 cowo, behel2 gigi, high heels, tato2, cari perhatian bisnis2, kerja sampe malem kejar dunia…. gua yakin ibu kalian kartini SEDIH!
Iya, gua pikir juga begitu, zaman sekarang semuanya serba instant, susah cari wanita atau cewek yang bener-bener feminim, dalam artian yang sesungguhnya yang ada tuh cewek yang sudah terikut dengan modernisasi ditambah lagi dengan emansipasi. Mau nyari cewek yang bener2 feminin sebenarnya ada, tapi butuh usaha ekstra yaitu di kampung2 atau desa2…cewek atau wanita yang belum terjamah dengan modernisasi…, heran gua cewek sekarang apa sih yang diharapkan…rasanya mereka mau menghindari sifat-sifat alaminya menjadi seorang cewek, dan beralih menjadi cewek yang bergeser polanya sekarang…apakah sudah muncul makhluk baru selain cewek atau cowok…
Kei, bro terus update artikel2 seperti ini untuk menyadarkan cewek-cewek di luaran ini sekarang…wake up girls…
wah bagus artikelnya…
.
seperti kata om gw ….hidup adalah pilihan .
om gw bilang pilih cewenya yang baik hatinya
kalo hati baik …..
mudah2han pilihan kita benar bro…
kalau menurut saya ,,, seorg wanita yg “feminim’ spt yg dimaksud dlm tulisan Anda,,,mmg idaman setiap pria,tapi mengapa wanita skrg byk yg menjadi ‘maskulin’,sebaiknya qta harus tahu apa latar belakang wanita menjadi seperti itu, selain tuntutan jaman,kondisi sosial dan lingkungan baik dlm keluarga maupun masyarakat di mana kita hidup, sangatlah menentukan. Tapi satu hal yg menarik buat saya adalah, lebih baik menjadi wanita maskulin, drpd menjadi wanita yg feminim, tinggal di rumah, urus anak2, jadi penurut dan dengar2an sama suami, dll, dan kenyataannya, suami main serong di belakang, krn wanita jadi kelihatan tdk menarik lagi selain mengurus RT aja seharian. Sdgkan kaum pria di luar sana sehari2nya bertemu dgn wanita karir yg menarik dan cerdas,,so, kaum wanita, tidak ada salahnya qta menjadi ‘maskulin’ dibandingkan ‘feminim’ dan di bohongin ,,, ha ha ha ,,, mungkin ekstrim yah kata2 saya, itulah pengalaman,,, so kaum pria, kalian yg menjadikan wanita ‘feminim’ menjadi wanita ‘maskulin’ ,,, ironis yah ,,, mana yg mo dijalani,,,tergantung wanitanya ,,, ‘maskulin’ tapi ‘feminim’,,,the best mungkin yah ,,, he he ,,
Tidak ada yang salah dengan menjadi wanita feminim, emm kalau seperti contoh kasus anda tadi saya menanggapinya relatif.
Mengapa ?? Karena tidak semua pria seperti itu kan ?? Apa yang bisa menjamin sehingga anda dapat menjadikan MASKULIN sebagai patokan atau prinsip hidup bahwa “Jika anda feminim dan mengurusi anak anak dirumah maka suami anda main serong ??”
Dan anda bilang jika anda melakukan hal yang demekian artinya anda kurang menarik ?? Wowww saya rasa wanita zaman dulu jarang sekali yang menjadi wanita karier dan hanya mengurusi suami dan anak anaknya namun jumlah perceraian di zaman itu relatif jauh lebih kecil ketimbang zaman sekarang. Namun kembali ke pribadi anda lagi
Ya bro kei….
jadi keinget sama mantan gua duluuuu,ketika gua memasuki masa2 akhir kesuraman idup gua ahahaha,putus dari dia bagai lepas keluar dari terowongan gelap
hohooho..
dulu gua itu pada saat pacaran sama dia,gua terkesan lemah,krn mantan gua yg super kuat,dalam artian itu cewek bisa semua..superior,lincah,dan tangan kanan bos pokoke karir ok! hohhoho…kemana2 dia selalu ada disisi bos,intreview,ngurus cabang di daerah(sendirian keluar kota),koordinasi gudang,kadang pemimpin rapat,dll..ya sebagai pria loosy yg selalu “mengalah krn emang gua sudah KALAH” jadi ya kemana2 selalu terbawa2 sama dia hahaha..gua jadi kaya pengemis dan pengangguran nungguin duit datang,pokoknya menantikan banget tlp dari doi wkwkwkwkwk…dan elu bayangin ,itu terjadi berhari2 dan berbulan2 hahahaha..(dulu gua ngga ngerti bahwa perasaan sayang dan ikatan emosional tidak perlu bukti nyata dan kasat mata yg banyak dan muluk2 seperti di fb..cukup ikat saja dng ikatan hubungan batin yg menyentuh emosional cewe,maka cewe akan mabok seperti yg dijabarkan ditulisan2 LEX..)
SETELAH GUA BACA nih entry?..
emang ada benarnya bro,ternyata dia tidak “FEMINIM” seperti itu, (ampir sama ditulisan wanita vs pria)..dia maskuliinnn dan merawat diri.Semua fasilitas bisa ia nikmati,dan terkesan mandiri,tanpa perlu bantuan orang laen.
BAHKAN dia pernah berkata :
“kalo emang gua kaga usah kawin,ya udah…masih ada keluarga yg gua sayang kok”
atau
“misal hubungan kaga berhasil dan karena gua?ya udah,gua ngga akan minta maaf,yg sudah selesai ya selesai”sambil ketawa2..
DIA KIRA : sifat feminim itu cuma pake rok,ngurusin make up,dan berbagai sifat girly laennya..
DIA KIRA : sifat feminimisme itu bersifat sopan santun dan bersifat layaknya wanita berbuah dada yg pake bra..
ternyata sifat feminim tuh lebih dalam dari itu…
ALHASIL?sampe sekarang dia masih saja berkutat pada teman2 yg sama..
ALHASIL?dia pun masih KESULITAN mencari pria tulus+gloosy…
ALHASIL?dia –setelah ampir 3 taun bubar sama gua–MASIH JOMBLo ..sementara gua yg udah transformasi?udah bbrp kali ganti bertualang bersama wanita2 laen dimana sekarang sedang menuju ke dalam hubungan serius dng seorang wanita yg lebih lembut dan happy…
dan jujur kemarinpun gua pengen balik ke dia krn emang gua pikir,dia udah berubah,..bueehhh ternyata sama saja..malah dia lebih perkasa dari kemarin hahaha…sok2 jual mahal,dll..ya udah,gua lari dah hahaha…
Sooooo soal feminisme dan maskulinitas pada dirinya emang dilatar belakangi oleh masa lalunya yg kelam bro..dimana keluarganya susah,dia adalah anak paling besar,makanya dia ingin menjadi penolong keluarga dng kerja keras dan itu terpuji sekali..berhari2 dia kerja keras+kuliah?bayar ongkos deweee,dobel job dehh,freelance,dll membuat dia menjadi super kuat,bahkan menyamai level skill gua..dan setelah gua renungin pada masa sekarang?itu BIG NO bagi gua..
TETAPI?yang jadi “korban” adalah dia seorang ,adik2nya?kaga terlalu keras seperti dia..
Lingkungan selalu mengacungkan jempol 10 pada dia,lingkungan selalu menilai dia keras+SALUT pada dirinya,bahkan bos rela memberikan gaji lumayan buat dia..dan itu membuat dia menjadi YAKIN,bahwa jalan idupnya adalah BENAR,dan sifat maskulinitas yg dia jalani adalah TAKDIR..dan bila diungkit2 dan disadarkan?dia akan memakai benteng tameng berduri yg keras dan keegoisannya yg super kuat untuk menangkis semua paradigma yg terkesan “LEMAH”+berlagak dewasa..
Sekali lagi bro, MUNGKIN dalam kasus gua?..
wanita ini tak lepas dari lingkungan (DASAR PONDASI),media elektronik+majalah (TIANG PENYANGGA),dan keterlibatan banyak fasilitas yg mencukupi dirinya (ATAP) yg membuat dia jadi wanita adidaya layaknya gedung pentagon yg kuat dan kokoh.Dan pondasi dan tiang penyangga adalah yg paling fatal.
Sekali lagi bro,doakan saya supaya saya sukses dalam transformasi dan pengembangan kepribadian saya yg sudah memasuki ampir 1 tahun,dimana buah2 transformasi gua akan nikmati kelak..
GBU
Romi
Nais artikel&Thought bro..
Para wanita diuar sana sering X kebingungan dan disibukkan utk mencari2 cara dan jawaban utk memikat kaum Pria..
Padahal semua pertanyaan mereka itu jawabannya ada d dalam diri mereka sendiri.. yg secara naluri sejatinya akan keluar klo saja mereka mau mengakui keberadaan jawaban tersebut berada..
Mereka cenderung menelan informasi2 yg salah yg menjanjikan hal2 seperti kebahagiaan yg mereka cari-cari itu.. padahal terkadang semua itu.. semu adanya..
Tenkyu bro..
gilaak!!! nice article banged neh. gw nyimak dulu dech
Quote :Wanita yang memiliki sikap egois, kompetitif, kasar, selalu ingin mengatur dan memegang kendali, dan tidak butuh pria, akan menjadi wanita yang maskulin. Dan wanita yang maskulin hanya akan menarik pria-pria yang feminin, yang cengeng, tunduk pada wanita, tidak memiliki pendirian, terlalu sensitif dan emosional
<- inikah alasannya gw ketemu sama co melow2 terus…
haeeesss…
artikel hitman slalu menjawab pertanyaan gw..
yg tak bisa dijawab oleh siapapun. like it.
seb deh , lanjudkan !
Romi3D : jia you bro !!! heheheh
Terima kasih artikelnya. Mengingatkan saya akan sebuah pepatah Perancis yg kalau diterjemahkan scr bebas ke Bhs Indonesia bunyinya begini, “SELERA dan kegemaran, sebaiknya gak usah diperdebatkan”. Artinya, setiap orang bebas menentukan pilihannya sendiri.
Menurut saya, sebaiknya Anda memperluas pergaulan Anda, menjangkau berbagai bangsa (bukan cuma dgn orang Indonesia yg tinggal di LN) sehingga Anda bisa melihat realita ttg feminisme dan perempuan feminin secara lebih menyeluruh. Di luar “dunia” Anda, seperti yg saya tangkap dari tulisan Anda, ada banyak perempuan dg sifat2 dan kepribadian yg menarik yg tidak dapat dikategorikan secara sempit sebagai sifat maskulin versus feminin. Ada perempuan yg memang karakternya keras karena lingkungan tapi bisa juga menunjukkan sifat-sifat keibuan ketika dituntut untuk bersikap seperti itu. Tetangga saya seorang single mother yg mengurus dan membesarkan anak kakaknya yg tinggal di lain negara — dia seorang perokok, bisa omong kasar dan punya usaha small home industry sendiri utk menghidupi dia dan keponakannya, punya mobil tua yg dia setir sendiri kemana-mana dan saya gak pernah denger dia teriak-teriak sama anaknya atau orang lain (saya sering lihat perempuan indonesia dengan pakaian yg “feminin” yg “remnya blong” dan teriak2 di depan umum, maki2 orang: ya cowonya, supir taksi atau siapa lah. Kalau perempuan tomboy teriak2 di jalan orang pikir dia kenek atau tukang parkir
, tapi kalau ada perempuan bergaya sekretaris eksekutif melakukan itu pasti kan jadi pusat perhatian) … dan saya lihat secara fisik tetangga saya itu langsing, cantik dan sexy. Mnrt Anda apakah dia itu feminin atau maskulin? Kalau saya, terlepas dari “kulitnya”, saya senang melihat perempuan yg tegar, mandiri, mau menyayangi dan membesarkan seseorang yg bukan anaknya, bisa jadi Ibu dan Bapak buat anaknya — buat saya dia seorang perempuan yg istimewa. Kalau Anda bertanya pada saya, “apakah dia menikah atau punya partner?” maka jawaban saya, “apakah itu yg terpenting buat dia … atau buat Anda? What’s the big deal?” Sifat dan karakter manusia, mnrt saya, sangat relatif, sehingga bisa berubah sesuai dengan keadaan dan lingkungan dimana orang itu berada. Kalau memang tidak mau berubah, pasti banyak masalah, tapi saya kira itu bukan masalah Anda dan saya, bukan? kecuali memang Anda adalah nabi yg diutus Tuhan dengan misi mengubah perempuan di seluruh dunia menjadi “feminin” seperti Ibu Anda.
Dengan kata lain, ketika Anda memperluas cakrawala pergaulan Anda, membuka diri kepada setiap perbedaan tanpa menghakimi, Anda akan lebih bisa menerima diri sendiri, dan ketika itu terjadi, Anda akan bisa menerima orang lain seperti adanya mereka. Suatu ketika mungkin Anda akan menyadari bahwa “orang lain” adalah cermin Anda: jadi mulailah dengan diri sendiri sebelum merubah orang lain, apalagi bila ingin mengubah orang pada tataran paradigma dan pandangan hidup. Sulit bukan karena Anda *bukan* seorang perempuan? Jadi kenapa Anda mengharuskan perempuan menjadi *feminin* seperti “perempuan” (yang Anda pelajari dari sifat-sifat Ibu Anda yang saya sendiri tidak kenal) padahal Anda sendiri bukan seorang perempuan dan tidak pernah menjadi perempuan? ah, lieur, kata orang Sunda. Karena itu saya menganggap Anda sedang menulis tentang sifat perempuan yang sesuai SELERA Anda, because you adore and worship your mother, bukan himbauan kepada perempuan Indonesia dan seluruh dunia untuk menjadi “feminin”.
what a great one, kei!
Gw bisa melihat satu bentuk rasa empati yang sangat besar dalam artikel ini.
Sayangnya, pasti tidaklah mudah untuk membuat mereka yang telah berpaling dari kodratnya untuk kembali menjadi sebagaimana mereka harus menjalani hidupnya,
bahkan hanya untuk sekedar membuka pikiran atas apa yang telah Kei tuliskan pun mungkin mereka enggan…
dan tentunya hal serupa juga terjadi pada kaum PRIA
“that was so wonderful when We can see everything going in the right way…”
-sedang belajar menjadi PRIA sejati luar dalam-
iya sih kei.
karena kadang kenyataan tidak sama dengan harapan.
karena keadaan yang terkadang memaksa wanita untuk menjadi maskulin. istilah kerennya “wonder woman”.
suka banget dengan artikel kali ini Kei…
nice post brother….
selamat pagi,
ujexx lancelot..
Kei.. klo loe bilang article ini ditujuin bwt cew itu keputusan yg tepat sekali, meskipun bgtu seharusnya cow sekalipun bs menangkap pesan lain didlmnya.
Ketika gw bc nympe akhir, gue sejenak brfikir mencerna kata2 loe.Hampir 2 menit gw br sadar, smpe akhirnya gw ketawa sendiri klo inget bbrp tmn cew gw dikmpus. Ada bbrp dr mrk terjangkit ‘penyakit’ yg ky loe critain diatas. Disisi lain gw tertawa lht ‘kesakitan’ mereka yg mereka sendiri blm sadar, tp disisi lainya jg hati kecil gw ngerasa iba sm mrk.
Setuju dengan pendapat Kei, artikel yang sangat fenomenal menurut saya. Setelah membaca artikel ini saya berdiskusi dengan teman-teman saya mengenai topik ini. Teman-teman saya baik pria dan wanita. Mereka mempunyai pendapat dan pendirian masing-masing. Teman pria tetap bertahan bahwa wanita harus menunjukan sisi feminismenya begitu juga dengan teman wanita yang harus lebih dahulu menunjukan sisi gentlemannya. Setelah re-battle dengan masing-masing argument, kita sampai pada salah satu quote “Lead the men and the women will follow”. Disini kita semua setuju bahwa lelaki lah pemimpin. Intinya, mereka begitu karena banyak lelaki memimpin dengan cara memperlakukan wanita secara spesial yang berlebihan. Akibatnya mereka jadi “follow” cara bermain “kita”.
Saya tersadar bahwa salah satu caranya yaitu dengan memulai dari diri kita sebagai Pria. Ber-Transformasi jadi Pria Sejati!
Menurut saya, itulah alasan mengapa kebanyakan yang membaca sekaligus memberikan comment adalah Pria. Karena wanita “follow us” .
Thanks kei and Your Big brothers. Yang sudah berjuang dan mengabdi untuk membangun banyak pria-pria di luar sana yang ingin ber-transformasi jadi Pria Sejati…Bravo!!!!!!
wow kei jujur gw paling salut ama tulisan lo kali ini , gw sangat setuju sekali kei itu sebabnya rasa ngarep gw ke wanita yang feminim menjadi lebih kuat daripada rasa ngarep gw ke wanita-wanita super cantik tapi maskulin .
bener kata lo kei wanita seperti itu jarang ada di jaman ini . di jaman modernisasi semua menjadi tampak kacau dan terbalik.
hai PARA WANITA SADARLAH , PRIA SESUNGGUHNYA TIDAK MENCARI TUBUH SEXY ATAU KECANTIKAN ANDA TAPI SIFAT FEMINISME DAN KEDEWASAAN ANDA
Pingback: Senjata Terampuh Wanita Untuk Menaklukkan Pria – Part #2 « Kei Savourie – Think Again – Bicara Tentang Cinta, Dinamika Sosial dan Dunia Sekitar Kita
wow, artikel yang sangat bagus sobat, bolehkah saya membagikannya ke teman-teman wanita saya ?
nice share
saya suka tulisan ini..
muantep tenan bang artikelnya…cuman… susaaah bget..jd pengalah,penyabar,n halusin cara ngmong…. duh… palgi clo jlnin hub.jrak jauh… cpe’ bang..dy jrang ngrti.
ohmy god…itu sesuatu yang sangat..bner2 bgt….gwe cwo…..emng jatuh hati ma cwek yang feminim….
suka banget tulisannya, aku tuh mungkin cewek banget, suka pink, nurut ma ortu, mau jadi ibu rumah tangga aja setelah lulus sekolah, tapi terpaksa kuliah juga, kerja juga, sukses juga, karena apa? yah ortu nyuruh gitu, kuliah lagi, ga merit dulu, dll. padahal impianku sederhana banget. jadi intinya. ga bisa nyalahin perempuannya, ada juga yang karena faktor lingkungan jadi penganut feminisme. makasih ya artikelnya, pas banget, karena aku dah mulai mandiri dan mikir yang malah bertolak belakang dari yang dulu nih, tentang pencapaian2 ekonomi gitu deh. malah aku sempet mikir wah cowo nomor sekian deh, ga masuk prioritas. huff…. jadi ngingetin lagi. makasih ^_^
Pingback: Senjata Terampuh Wanita Untuk Menaklukkan Pria – Part #2 | Kei Savourie - Think Again
Wanita yang memiliki sikap egois, kompetitif, kasar, selalu ingin mengatur dan memegang kendali, dan tidak butuh pria, akan menjadi wanita yang maskulin. Dan wanita yang maskulin hanya akan menarik pria-pria yang feminin, yang cengeng, tunduk pada wanita, tidak memiliki pendirian, terlalu sensitif dan emosional. Akibatnya Anda akan merasa cepat bosan dan ilfil. Karena memang pada dasarnya, naluri wanita membutuhkan pria yang maskulin yang dominan. Anda tidak bisa melawan kodrat Anda.
ini alesan yang bikin gw mutusin cewe gw yang nota bene “TOMBOY”
sama sekali gak nyaman teman
itulah alasan kenapa banyak pria ingin mendapatkan istri yang seperti ibunya
QUOTE :
Tuhan b’kata:Ketika AKU m’ciptakan s’org wanita, ia diharuskan utk mjdi s’org yg istimewa.
AKU m’bwat bahunya cukup kuat utk menopang dunia,namun harus cukup lembut utk memberikan kenyamanan.
AKU m’berikan kekuatan dr dalam utk mampu melahirkan anak&menerima penolakan yg sering datang dr anak2nya.
AKU memberi kekerasan utk membuatnya tetap tegar saat orang lain menyerah,&mengasuh keluarganya dgn penderitaan + kelelahan tanpa mengeluh.
AKU memberi kepekaan utk mencintai anak2nya dlm tiap k’adaan,bahkan ketika anaknya b’sikap sangat menyakiti hatinya.
AKU memberinya kekuatan utk m’dukung suaminya dlm kegagalannya & melengkapi dng tulang rusuk suaminya tuk melindungi hatinya.
AKU memberi kebijaksanaan utk
mengetahui bhw suami yg baik takkan pernah menyakiti istrinya,tapi kdng menguji kekuatannya & ketetapan hatinya utk berada di sisi suaminya tanpa ragu.
Akhirnya,
AKU memberinya air mata utk diteteskan.Ini adl khusus miliknya utk digunakan kapan pun ia butuhkan.
Kau tahu Kecantikan s’org wanita bukanlah dr pakaian yg dikenakannya, sosok yg ia tampilkan atau bagaimana ia menyisir rambutnya.
Kecantikan s’org wanita hrs dilihat dr matanya,krn itulah pintu hatinya tmpt dimana cinta itu ada.
Can’t agree more.. :’)
semua memang harus sesuai pada kodratnya..
Saya tidak suka cowok kemayu sebagaimana saya benci cewek tomboi..
Daripada mengeluhkan kenapa wanita yg harus cuci piring dan bukannya pria,bukankah lebih baik mensyukuri bahwa kita masih punya lelaki yg dicintai,yang bisa dicucikan piringnya. Begitu juga pekerjaan lainnya,itu bukan merendahkan wanita. Lelaki justru biasanya terpukau jika melihat wanita beres2, lipat baju, menyapu, ya kan?
Saya tidak bodoh, saya bekerja, tapi yang jelas, saya seorang wanita
Wkwkwkwkwkw….
:D:D:D
ya…. inilah artikel yang menjawab kenapa saya selalu Emosi kalo punya sahabat / temen cewek yang suka ngatur ngatur.
:D:D xixixixi….,
aneh banget kalo ceweknya gak mau diatur tapi maunya ngatur mulu, putus dech…,
Huft, coba aja ya kei, seandainya cewe2 yang sexy yang suka pamerin liuk liuk tubuhnya ituh bersedia nyuci’in piring, pakaian, masakin sesuatu dengan pamer bentuk tubuh… owh… pastinya saya cuma bisa bilang kalo itu Wanita idaman saya… ha..ha..ha..
:D:D:D:D:D:P
Saya bingung, jujur bingung.
Kenapa lagi-lagi saya baca tulisan ini pun berbanding terbalik dengan apa yang saya hadapi disekeliling saya.
Ada laki-laki yang ingin wanita berkarir, hakikatnya dulu wanita itu dapur, rumah, anak, suami. Katanya jaman sekarang sudah berbeda, jadi dituntut untuk berkarir (alasan : jaga-jaga jika suatu saat financial suami menurun atau suami meninggal lebih cepat)
Ada juga laki-laki yang berpendapat, wanita jaman sekarang jangan terlalu tergantung dengan laki-laki, jadi harus bisa melakukan hal yang dilakukan suami (betulin genteng bocor & service motor maksudnya?)
Ada memang laki-laki yang suka dengan wanita feminin, awalnya bilang suka, tapi akhirnya diputus, karena melihat yang lebih feminin (kurang bersyukur mungkin?atau disebut khilaf?).**contoh penyalahgunaan : dalam hal ini ada beberapa teman-teman laki-laki saya bilang “cewe gw nurut, cewe banget, jadi gw selow aja bisa lirik & punya cewe ga ketahuan, cewe gw kan lembut & pengertian, percaya sama gw**
Ada juga laki-laki yang tidak suka wanita feminin (alasan : duit kebuang cuma buat urusan akhirat, dandan mulu, fashion mulu, shoping mulu, ikut trend, update terus)
Ada juga laki-laki yang suka wanita tomboy (alasan : ga bikin repot, ga manja, luwes, bisa di ajak susah, hemat, so?)
Saya juga menemukan wanita feminin tapi tidak bisa memasak, bahkan cenderung manja.
Sulit memang ya, kalau feminin itu hanya terlihat sebagai casing saja..
Semoga saja kita adalah bagian orang-orang yang tidak terlalu atau tidak sedikit pun memiliki sifat perfectionist.
rie? dia masih selalu menjadi wanita di mataku. dan karenanya aku jatuh cinta sama dia… hehehehe..
Nice share…
Ak tersentuh sekali…merasa sebagai wanita neh karena dibutuhkan oleh pria…
Just want to share, asli ak ga ngerasa diri ak cntik n seksi tp kata2 pertama yg keluar dr mulut mantan pacar ak(yg skrg udh jadi suami ak) ketika ngeliat ak pertama kali adalah “kamu cantik n seksi”…wow in what way??ak bingung….
Tapi itulah cowo…asli pikiran ak awal ga kepikir merit…pengen jadi wanita karir, bs pergi kemana aja yg ak suka…tetapi takdir menentukan lain…ak harus menyandang jabatan istri n seorang ibu…(and I’m so proud to be a wife and a mom)…ternyata wanita yg diinginkan pria bukan yg bs segalanya…pinter segalanya, cantik n seksi fisiknya…tapi bagaimana wanita itu menunjukkan dirinya bahwa dia wanita, bs mengerti kodratnya sebagai wanita dan bs menghormati pria yg memang patut dihormati…
so sweet, tq kei…jd bingung mo bilang apalagi jg hehe…you have told it completely all about woman mpe kt perempuan kdg jg bingung apa seh yg dimau cowo dr kt….
Well done..
GBu
Mungkin aja apa yang diposting Kei betul juga. Dulu gw punya temen, pacaran lama. Ceweknya tipikal yang dominating… conya ga beda jauh. Suatu hari conya selingkuh sama temen gw yang lain… yang sebenernya klo diliat secara fisik “kalah” dari si cewek… Dan baru2 ini mereka akhirnya sampe nikah juga. Dulu bingung kenapa si co selingkuh ama cewek ini… tapi akhirnya gw ngerti pas baca artikel yg Kei posting karena si cewek selingkuhan punya sifat-sifat feminin yang ga dipunya ama si cewek.
Tapi kembali case by case beda… mungkin mayoritas cowok emang punya pola pikir seperti ini juga. Kriteria feminin adalah cewe yang lemah lembut baik fisik maupun psikis. Yg submisisif.
Mungkin yang kurang dari artikel ini, waktu cewek beneran jatuh cinta ama satu cowok, sifat-sifat femininnya bisa keluar dengan sendirinya yang bisa beda sekali dengan sifatnya sehari-hari.
Two thumbs up!!
Feminim itu memang masalah sikap hati. Bukan masalah tampilan luarnya..ya itu plus2lah ya..
Waktu wanita tahu fungsi dirinya sebagai wanita dan belajar melakukannya…Pasti menjadi seorang wanita yang feminim bukan hal yang mustahil sekalipun wanita itu wanita karir yang bekerja menjadi supir taksi, kenek bus, atau tukang jualan sayur keliling..Hahaha…
Feminim bicara soal bagaimana seorang wanita seharusnya memperlakukan sesamanya.
thx buat sharingnya.
menurut saya pria cenderung lebih senang dengan wanita yang cerdar, yang berpendidikan atau dengan kata lain dengan wanita yang nyambung ketimbang hanya melihat dari aspek luar saja.
kenapa demikian, karena dengan problematika kehidupan di era sekarang ini wanita bukan hanya nantinya berperan sebagai ibu rumah tangga, tapi lebih lagi sebagai pendamping, dalam arti fungsi pendamping yang bersifat memberikan saran, pertimbangan, masukan itu yang lebih dibutuhkan oleh seorang pria.
ko key met kenal ya….semua yang dijabarin disini betul…tapi kenapa selalu aja cowo itu sering menyakiti…kita sebagai cewe sudah tulus untuk sayang dan mencoba belajar mengerti…tapi ujung”nya cowo selalu menyia”kan ketulusan yang kita beri..meskipun sie cowo bilang kalo kita(sebagai pihak cewe)yang bisa ngertiin dia,tapi yang ada selalu berbuat salah yang diulang”…nga tau neh alesan dia kenapa begitu…sekedar untuk fun apa gimana…menurut ko key gimana tuh???thanks a lot ko key
lelaki emng lbih suka ma cwe yg feminin dripada cwe yg tomboy tapi inget cwok lebih suka yg CANTIK! G CANTIK NONSENSE!!
Enggak tuh…
Saya sadar kebutuhan feminin itu, dan orang-orang di sekitar mengenal saya sebagai sosok yang demikian.
Tapi nyatanya, yang dateng sih emang cowok maskulin, tapi pas mereka lemah aja.. x( ..pas butuh perhatian, butuh kelembutan.
Begitu sudah baik-baik aja, tetep wanita cantik yang mereka buru coz bisa dibanggakan.^^ Mandiri, egois, judes, tukang perintah asal cantik pasti diburu.
One of a kind guide, appreciate it sir/ma’am. Book-marked.
Gue bangettt
Hampir smua temen co gw akhirnya jatuh cinta sm gw even yg ud merried
Padahal gw sdri ud merried, ribet jadinya
Sukses deh koh, jaminan surga hehehe bantu banyak orang
first of all kei, it’s really a great article!! kirain cuma wanita doang yang peduli soal feminisme. sifat feminim yg sejati, dll. =D banyak hal yg gw setujuin disini tapi banyak juga yg ngga karena tulisan ini bisa sangat multi-interpretasi. salah satunya karena ga ada penjelasan standarisasi persepsi terhadap paham feminisme.
gw setuju saat seorang wanita sudah melupakan kodratnya sebagai wanita dengan memilih hidup sendiri merasa bisa bahagia tanpa pria dia salah. salah banget. bahkan wanita -yg ngakunya bisa hidup tanpa pria- tetep butuh pria pria dalam kehidupannya meskipun hanya untuk teman bersenang2, party, ngobrol, or maybe one night sex. ini menurut gw bukan kodrat wanita tapi kodrat manusia dimana diciptakan sebagai makhluk sosial yang ga mungkin bisa hidup sendiri. gw kenal banyak wanita yang memilih tidak menikah bukan karena dia menganut feminisme ga mau dikekang dll. tapi lebih karena merasa lembaga pernikahan dan status “menikah” sering kali merepotkan hingga akhirnya mereka memilih berkomitmen hidup bersama dengan pasangan tanpa status menikah. karena somehow di budaya timur terutama, menikah itu sering kali bukan cuma urusan sepasang pria dan wanita tapi keluarga-keluarganya sekalian juga dibawa2. bibit bebet bobot panjang. (bukan brarti keluarga kedua belah pihak dan segala hal bibit bebet bobot itu ga penting yah, jgn salah persepsi).
selain itu seperti halnya segala sesuatu yang “terlalu” atau sudah menjadi garis keras bahkan cenderung fanatik itu seringkali tidak baik dan memicu pertengkaran (cthnya agama, faham, ideologi, dll) begitu juga feminisme. sehingga rasanya tidak adil bila feminisme garis keras yang dijadikan patokan disini. gw kenal banyak wanita yang menganut pandangan feminisme tetapi mereka tetap tidak melupakan kodratnya sebagai wanita. mereka mengejar karir, ya. mereka mandiri, ya. tapi apakah mereka merasa tidak butuh pria?, mereka tetap butuh. apakah mereka mendominasi pasangan mereka?, iya bila pria itu terlalu lemah, cengeng, manja, ga jelas arah dan tujuan hidupnya, tidak dapat diandalkan, dan berbagai sifat nyebelin lainnya bukan karena sifat tersebut buruk melainkan karena “terlalu”.
gw rasa baik pria ataupun wanita sama2 ga suka kalau punya pasangan yang terlalu manja, terlalu egois, terlalu penuntut, terlalu sensitif, terlalu ini itu dll. bahkan menurut gw pribadi, terlalu baik juga nyebelin, karna ujung-ujungnya sering kali jadinya ga tegas dan bikin geregetan. itu semua karna 1 kata “terlalu”.
salah satu penjabaran mengenai feminisme yang sangat gw suka itu adalah film karya nia dinata. judulnya pertaruhan. disana dia mengangkat mengenai keadilan gender. feminisme bukanlah berbicara mengenai dominasi dan tidak butuh pria dalam kehidupan wanita. dibandingkan dominasi atau penuntutan kesamaan hak antar pria dan wanita gw lebih suka mengatakan feminisme berbicara mengenai keadilan gender. dan keadilan gender sangat erat kaitannya dengan konstruksi sosial serta sejarah dan budaya.
bukankah sangat tidak adil bila wanita dinilai berharga atau tidak hanya karena keperawanannya sedangkan pria ga ada yg pernah mempertanyakan dan ga penting juga bukan buat ditanyain keperjakaannya?
bukankah sangat tidak adil saat wanita ingin mengecek kesehatan alat reproduksinya tetapi harus terlebih dahulu dengan persetujuan suami atau orangtuanya padahal itu badan bukan badan suami or ortunya?
bukankah sangat tidak adil bila wanita hanya dijadikan layaknya barang bagi pria?dipamerkan hanya untuk meningkatkan pride pria. harus a b c d e supaya si pria bangga dan bisa memamerkannya ke rekan-rekan koleganya, sedangkan pria?sudahkah pria tersebut menjadi sosok yang membanggakan bagi wanitanya?
like a battlefield dimana setiap orang memiliki perannya masing-masing, baik itu pasukan bertahan ataupun penyerang, gw rasa pria dan wanitapun harus seperti itu. semoga hitman system menghasilkan pria2 yg layak disebut sebagai pria yah.. sehingga wanitanya juga bisa menghargai dan menghormati mereka. bukan sekedar pria yg maunya wanitanya a b c d e f g h tapi ga menyadari dirinya sendiri belum layak untuk memiliki wanita dengan segala kualitas tersebut.
wanita dan pria itu sama dalam berbagai hal. paling ngga ada 2 hal mendasar yg sama. sama2 punya pikiran dan sama2 punya hati. sama seperti pria punya ego dan bisa terluka, begitu juga wanita punya ego yang bisa terluka. jadi sebelum menuntut wanita harus a b c d e f g akan lebih baik kalau baik pria ataupun wanita refleksi kedalam diri sendiri terlebih dahulu. sudah pantaskah kita menjadi pasangan yang adil dan seimbang bagi pasangan kita?
at the end quote yg sangat gw sukai. “men, women need love.. like you do.” =)
I really love reading this article. It just shows me what I have been wandering about what actually guys expect from ladies. I feel comfortable to be the way I am now. I am grateful to Allah for creating me being a woman and I wanna be a nice woman with the qualities of a feminine one and a muslimah who is salihah as well, amin.
“gadis jaman sekarang mengaku mencintai ibunya, dan mengidolakannya. Tetapi waktu ditanya cita-cita yang ada jawaban mereka adalah wanita karir, padahal ibunya hanya ibu rumah tangga biasa yang mengerti hakikat wanita”
Wow! Quotenya mantap! Ijinkan saya untuk mengutip ini di entri berikutnya.. thanks sobat
Yah, itu derita kita semua deh
If you put it that way, it sounds even more real than it already is! Thanks for the stats, bro.. gimme more!
Yeap! Dan dalam beberapa menit semenjak entri ini di post, tercatat ratusan pengunjung, tapi hanya ada 4 pria yang komentar dan NOL wanita.
Sepertinya hanya pria yang suka dengan entri ini. Perjuangan kita masih jauh tampaknya, sobat
Sama-sama
Pria menjadi seperti itu karena kondisi sosial dan lingkungan yang memaksa kita menjadi seperti itu. Thanks buat komentarnya.
Tanya kenapa?
SP-nya Kis emang lovable abis
musti dijaga baik-baik, bro..
Bagaimana dengan daerah Anda sobat? Bisa diceritakan sedikit?
Terima kasih atas komentarnya, sobat
Wow! Senang sekali saya mendengarnya! Sukses terus buat Anda, sobat..
You’re welcome
Indeed, the quality of relationship of a person with others, including romantic partner, is a crucial key to a happy life. We are social being, after all. I want the result for my next entry, bro!
Menurut Anda?
Setuju juga!
Sayangnya tidak semudah itu, bro. Dari 1000 views sejak artikel ini di post, semua komentar berasal dari pria. Entah apakah wanita enggan membaca atau mereka tidak berani komentar
Wow! Noviera, I salute you for being the first woman to comment on this entry.
Thank you for your support, and even more and bigger THANK YOU for accepting who you are as a woman. You give us HOPE. And hope is something that we desperately need these days.
I love the quote very much, and I will certainly use it in my next entry. Thank you, again.
Sekedar ingin tahu saja, apakah kakak Anda sudah menikah?
Semoga bro.. semoga..
Yup!
Belum..
You’re welcome, bro..
Tidak pernahkah Anda berpikir, kenapa wanita tomboy disukai pria, sedangkan pria feminin (bergaya banci) tidak disukai wanita? Gak adil bukan? Haha..
Hi Zuwina. Terima kasih atas komentarnya
Saya setuju dengan pendapat Anda. It always takes two to tango, kegagalan dalam setiap hubungan adalah kesalahan kedua belah pihak. Hanya saja di sini saya menuliskan apa yang bisa dilakukan wanita untuk mengatasi hal itu.
Tulisan saya terkesan sepihak, karena memang fokus pembahasan saya adalah pada wanita dan bukan pria. Soalnya yang buat pria udah dibahas ratusan artikel di http://www.hitmansystem.com
Bila memang Anda sesuai dengan deskripsi saya tentang wanita feminin, maka saya sangat senang mendengarnya. Tetaplah seperti itu
Terima kasih atas komentar Anda.
Apabila Anda berpikir artikel ini bisa bermanfaat bagi sahabat wanita Anda yang lain, tolong disebarkan yah
Terima kasih sudah mampir..
thanks Kei….
that’s about u and the big brothers…..
karna wanita memang begitu adanya
kei boleh nambahkan…… (share)
gue kutip “”……Tidak bs di ‘pukul rata’.
So, c’mon guys, kalian para pria terkadang yg
terlalu ego……”"
tolong beri tau saya…ego yang bagaimana….
apakah harus selalu menuruti kemauan seorang wanita, baru bisa di bilang tidak ego…
disarankan alangkah baiknya jika nona zuwina membaca artikel tersebut terlebih dahulu
wanita adalah makhluk yang lembut…..
wkwkwkwkw
Jessica, apakah Anda yakin wanita bisa melakukan semuanya sendirian? Kalau komputer Anda rusak, Anda pasti akan minta bantuan teman pria atau membawanya ke toko reparasi. Apabila Anda tidak bisa memasak, Anda bisa delivery order.
Saya setuju kalau wanita BISA HIDUP sendiri tanpa pria, itu karena di jaman sekarang segala sesuatu sudah ada pelayanannya yang menyebabkan manusia menjadi individualis dan penyendiri. Tapi wanita, sama seperti pria, TIDAK AKAN BISA melakukan semua hal sendirian.
Lagian, yang saya bahas di atas memang soal kepribadian, bukan soal kemampuan. Hanya karena seorang wanita berpendidikan tinggi dan memiliki gaji, besar bukan berarti dia harus kehilangan sifat kewanitaannya ‘kan?
Tapi saya suka dengan kejujuran Anda. Terima kasih atas komentarnya
Bisa Anda ceritakan mengenai ‘penyakit’ yang menjangkit teman-teman Anda di kampus tersebut, sobat?
Thanks bro
Tapi Mulan Jameela aja bilang “Aku bukan Wonder Womanmu”
Empati.. itu kata yang tepat bro
thanks for the comment.
Memang, saya mengakui bahwa saya cenderung men-generalisasi. Karena memang tidak mungkin membahas kasus perkasus. Dan masalahnya, selera saya boleh dibilang merupakan perwakilan dari selera hampir setiap pria di dunia ini
tanyakan saja pada setiap pria yang Anda kenal.
Terima kasih atas komntar Anda yang begitu jujur.
ternyata anda belum bisa memahami kodrat manusia , artikel tersebut bukan untuk menghakimi wanita namun untuk membuka pikiran wanita untuk berjalan sesuai dengan kodratnya . tidak hanya wanita saja , tapi pria juga harus berjalan sesuai dengan kodratnya.
apa yang terjadi jika anda menentang hukum alam , apa jadinya dunia ini jika menyalahi hukum alam ? anda tau sendiri jawabannya.
soal wanita bicara kasar saya percaya SEMUA ORANG tidak suka orang yang berkata kata kasar apalagi wanita
juga masalah maskulin dan feminim tidak bicara soal sifat namun setiap pria dan wanita melakukan kodratnya dengan benar .
inilah alasan kenapa begitu banyak pria dan wanita menyalahi kodrat adalah karena baik pria dan wanita tidak melakukan kodrat mereka dengan benar.
sebagai contoh adalah pria yang berkata kasar pada istrinya , ini jelas sifat MASKULIN yang salah . karena TEGAS bukan berarti kasar.
contoh lagi adalah wanita yang terlalu lemah , diam dan selalu mengalah . ini jelas bukan sifat FEMINIM yang benar karena lemah lembut bukan berarti lemah
itu sebabnya PRIA seharusnya bisa MEMIMPIN dan MELINDUNGI wanita itulah MASKULIN sejati , sedangkan wanita Seharusnya MERAWAT dan MENDUKUNG pria
Yah memang itu salah satu alasan mengapa Anda kerap kali bertemu pria-pria mellow
Thanks for the comment, sis..
Thanks bro..
“Padahal semua pertanyaan mereka itu jawabannya ada d dalam diri mereka sendiri.. yg secara naluri sejatinya akan keluar klo saja mereka mau mengakui keberadaan jawaban tersebut berada..”
Nice words brother!
Wow! Mantap bro.. thanks for sharing.
Btw, mao workshop di Palembang gak?
your comment almost like with mine..
sepertinya definisi wanita feminim akhirnya mengerucut pada parameter yang sudah kita tahu sejak lama.
Saya setujua bahwa faktor pria memegang peranan penting. Tapi it always takes two to tango. Saya percaya bahwa selingkuh itu dilakukan pria (dan wanita) karena dia tidak menemukan kebahagiaan dalam hubungannya.. sesimple itu.
Mudah-mudahan bro.. mudah-mudahan…
“apakah sudah muncul makhluk baru selain cewek atau cowok…”
saya suka line ini hehe..
Terima kasih buat komentarnya.
Ibu ‘kalian’ yah bro.. bukan ibu ‘kita’ Kartini hehe..
“Ada pekerjaan lebih mulia dari seorang wanita, bukan jadi direktur, pebisnis, karier mampus-mampusan….tapi jadi IBU dari anak2 nya dan istri dari suaminya.”
Mantap brother! Mantap!
Bagus banget,key. Gw juga ada tuh temen gw cewe punya penyakit kaya gini. Cantik sih.. Banyak cowo yang deketin dia tapi langsung di tolak. Gw curiga, akhirnya gw coba uji dia aja seberapa cewe dia. Eh bener, cantik si cantik tapi kalo ketawa serem banget langsung ilfil gw udah gt cuek banget lagi ama orang di sekitarnya. Kayanya dia tuh setengah cewe deh soalnya dia tuh kalo ngapa-ngapain ga pake perasaan kaya cowo gitu.
http://www.jurnalperempuan.com/
–> situs tentang feminisme dan feminisme di Indonesia. Boleh liat-liat kalau ada waktu, spy Anda punya landasan pemikiran/ teori kalau bicara/ menulis tentang feminisme di Indonesia. Ada milisnya juga kalau gak salah. Bear in mind that human psyche are not as simple as what you write and think … Terima kasih juga buat respons Anda.
Saya mengerti maksud Anda, tapi bagaimanapun juga NGAREP itu dosa, bro
“Teman pria tetap bertahan bahwa wanita harus menunjukan sisi feminismenya begitu juga dengan teman wanita yang harus lebih dahulu menunjukan sisi gentlemannya.”
Loh? Memang betul itu.. mengapa diperdebatkan siapa yang harus duluan? It takes two to tango, dan ketika Anda berdansa tango bersama Anda harus mulai berbarengan, bukan?
Wow! Komentar Anda bisa jadi satu artikel sendiri, sobat! Terima kasih atas penjelasan Anda, semoga membantu para wanita untuk lebih mengerti maksud kita, para pria, yang sebenarnya
Temans, perkenankanlah saya meluruskan konsep yg saya anggap keliru dari Anda semua: bahwa feminisme telah membuat wanita melupakan kodratnya. Apabila Kei menulis dengan menginginkan wanita feminin yang mengerti kodratnya sebagai wanita untuk pasangan hidupnya saya anggap memang itu hak dia. Tapi menulis artikel dengan berlandaskan konsep yang salah adalah hal yang berbeda, dan isu yang terakhir ini lah yang saya sentuh. Saya kira pria tidak perlu malu untuk mempelajari tentang wanita di jalur akademik (selain jalur clubbing or dating) karena saya tahu ada beberapa universitas di Indonesia, mis. UI, yang membuka jurusan Kajian Perempuan atau bahkan Kajian Gender, sampai pada tingkat doktoral. Mantan kolega saya, seorang pria, mengambil jurusan S2 Kajian Perempuan di UI.
hmm jadi masalah soal AKADEMIK maksud anda? saya kira artikel ini tidak melarang wanita untuk berada di jalur AKADEMIK , BISNIS , HOBI YANG MENANTANG atau HAL2 yang seharusnya pria lakukan.
saya juga bertemu banyak pria yang berprofesi sebagai KOKI , SALON dsb . ini bicara soal SIFAT bukan PERBUATAN .
seperti yang saya sampaikan di atas WANITA boleh2 saja memiliki profesi atau gelar akademik yang tinggi tapi JANGAN sampai MELUPAKAN KODRAT mereka sebagai wanita.
mereka terlalu berkutat pada Akademi , karir sehingga lupa akan tanggung jawab mereka sebagai seorang istri
sebaliknya pria yang terlalu sibuk dengan pekerjaan juga bisa lupa akan tanggung jawab mereka sebagai seorang suami.
INTInya adalah TANGGUNG JAWAB , pertanyaannya adalah sudahkah kita melakukan tanggung jawab kita masing2 ?
soal sifat sudah pasti baik pria maupun wanita ada yang lembut ada juga yang keras namun maskulin dan feminim berbicara soal tanggung jawab dan kodrat . jangan sampai terbalik , kalo terbalik maka akan kacau
seperti yang saya tulis di atas PRIA adalah PEMIMPIN, PELINDUNG sedang wanita adalah PENDUKUNG , PENOLONG
bayangkan kalo ada suami istri yang terbalik , justru istri yang melindungi suami , memberi makan suami dan memberi uang pada suami SAYA PERCAYA TIDAK ADA WANITA DI DUNIA INI YANG MAU MELAKUKAN ITU
Haha.. thanks for the comment, bro
Silakan, sobat.. jangan lupa mencantumkan alamat blog saya sebagai sumbernya http://keisavourie.wordpress.com.
Makasih mbak
Memang susah.. tapi bisa dikerjakan kan?
Kita semua begitu, bro.. kita semua..
Terima kasih kembali
Sebenernya gak perlu diputusin kalo dari awal gak pake jadian. Next time, ada baiknya Anda bisa lebih bersikap selektif.
This is the BEST COMMENT so far! Lutfia, will you marry me?
Nice.. thanks for sharing
Wakaakakka.. baru kali ini gw liat kei kyk gini..:p
Kalo cuci piring dan pakaian sih bukan kewajiban istri, sobat..
Bila pacar saya memasak untuk menyenangkan saya, maka saya tidak keberatan untuk membantunya mencuci piring setelah selesai makan. Saya tidak pernah mengatakan bahwa menjadi feminin itu harus bisa mencuci dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. That’s not the point.
Being feminine is about atittude.
Sepertinya ada sedikit mispersepsi.
Menjadi wanita feminin bukan berarti tidak boleh berkarir dan harus menjadi ibu rumah tangga, menjadi wanita feminin bukan juga berarti harus bisa memasak dan mencuci. Sama sekali bukan.
Feminin itu soal pola pikir, sifat, dan sikap seorang wanita sejati, jadi tidak ada hubungannya dengan berkarir, masak, ataupun mencuci. Jangan menyamakan seorang ibu rumah tangga dengan seorang pembantu, sobat..
Pemikiran seperti ini yang membuat para wanita menjadi berang dan merasa direndahkan.
memang beda-beda karakter laki-laki yang saya temui ya..
semoga laki-laki atau wanita bisa saling faham keadaan pasangannya, atau sama2 menopang saat jatuh..tidak lantas pergi..
amin
Apa Rie punya teman yang juga wanita sepertinya? Boleh dikenalin, bro? Hehehe..
Ahh.. senang sekali membaca komentar Anda. Selamat menikmati kebahagiaan Anda. Semoga pernikahan Anda langgeng selalu
Masalahnya, sifat sehari-harinya pun adalah sifat hasil pembelajaran & bentukan dari berbagai pengalaman, yang notabene bukan sifat ‘asli dari sononya’ juga…
Sejata ampuh..wanita u/ pria mung siji…mmanut piturut perintah suami…..insyaALLAH siurga balasannyA