KETIK e-mail Anda!
Navigation Menu Home About Us Articles Trainings Products Blog FAQs Testimonials Contact
 
Mengapa Kamu (terus) Jomblo?
Bookmark and Share

Apa yang Anda akan baca berikut ini mungkin akan menjadi satu titik tolak terpenting dalam sepanjang hidupmu nantinya. Kalau saya jadi Anda, saya akan memastikan selama lima menit ke depan saya benar-benar berfokus membaca artikel ini, tidak sambil mengerjakan apapun.

Lima menit saja, bahkan mungkin kurang dari itu. Saya berjanji Anda akan mendapatkan lebih dari sekedar kehilangan waktu lima menit.

Saya sering bertemu dengan pria yang mengeluh tentang kejombloan mereka. Dan kalau saya menyebutnya 'mengeluh', mungkin itu terkesan biasa-biasa saja.

Yang benar adalah mengembik, meraung dan melonglong seperti serigala kesepian.

Ya, saya sering melihat pria seperti itu. Mereka biasanya menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan gerombolan jomblonya dan berbicara tentang nasib yang tidak adil, mengapa dilahirkan seperti ini dan itu, serta blablabla lainnya.

Saya tidak tahu apakah Anda termasuk bagian mereka, tapi jika Anda mendapati diri terus membaca email ini sekarang, saya merasa yakin Anda pasti sedikit banyak mengalami kejadian di atas.

Pria-pria yang kesepian dan nyaris putus asa. Anda tahu apa yang sebenarnya menjadi masalah mereka?

Bukan nasib mereka yang malang. Bukan stok wanita-wanita yang menipis. Bukan persaingan cinta yang ketat.

Tapi karena mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka terus membicarakan tentang nasib mereka, mengkritik wanita, dan keluhan-keluhan lainnya karena itu membuat mereka merasa sedang melakukan sesuatu untuk mengakhiri kejombloannya.

Mereka senang sekali membual tentang kemalangan mereka.

Saya tahu persis karena saya pernah mengalaminya. Dulu saya berpikir jika saya terus mendiskusikannya, maka, entah dengan cara yang ajaib, saya akan mendapatkan wanita yang saya inginkan.

Perlu waktu berbulan-bulan bagi saya untuk mengetahui bahwa itu salah. Saat itu, saya menyia-nyiakan banyak waktu dengan merencanakan dan membayangkan saja.

Bermimpi, tanpa benar-benar melakukan tindakan yang nyata. Satu-satunya hal nyata yang saya rajin lakukan adalah menyampaikan rencana dan bayangan itu kepada banyak orang.

Saya sadari kemudian, itu pun bukan tindakan nyata. Itu memang lebih nyata dari sekedar bermimpi, selangkah maju sedikit. Tapi namanya menyampaikan mimpi.

Tetap bukan tindakan yang nyata.

Karena itu, saat ini saya merasa sangat merasa geram dan terbeban untuk menyatakan, "Hei, pria-pria, berhenti bermimpi dan menyampaikan mimpi!"

Jika Anda merasa bingung mengapa semua teman-temanmu berhasil mendapatkan wanita, sementara Anda tidak, maka Anda harus melakukan lebih dari sekedar bertekad melakukan sebuah perubahan.

Saat pertemuan pertama dengan Bleu di Pizza Hut, dia tidak lebih dari gumpalan besar mimpi. Ia tergila-gila dengan seorang wanita yang ia kenal dan berharap Hitman System dapat membantu mewujudkan impiannya tersebut.

Saya harus akui kami sedikit kebingungan harus memulai dari mana, karena Hitman System sama sekali tidak bekerja seperti itu.

Namun terlepas dari impiannya yang saat itu masih belum selaras dengan landasan workshop, Bleu berhasil melakukan hal yang penting: dia berhenti sekedar bermimpi dan berusaha sekuat tenaga untuk menemukan solusi.

Seperti Anda baca selama ini, Hitman System hanya menyaring tiga orang dari seluruh aplikasi yang masuk. Tiga orang yang dipilih berdasarkan kriteria yang kami sudah tetapkan.

Tiga orang yang kami persiapkan untuk melompat tinggi seperti seorang pejantan tangguh. Tapi yang mengerikan, hanya satu orang saja, Bleu, yang hadir pada hari workshop!

Ini sangat kurang ajar. Kami tidak menyangka kedua peserta lainnya

kan melakukan hal itu, khususnya setelah mereka lebih dari tiga kali menyatakan konfirmasinya.

Masih ingat mengapa pria jomblo dan terus jomblo? Karena mereka tidak melakukan apa-apa.

Kedua pria yang tidak menepati janji keikutsertaan itu semakin membuktikan bahwa mereka tidak memiliki nilai apa-apa selain mimpi dan mulut yang besar.

Bagaimana mereka berharap untuk menjalani hubungan dengan wanita, jika janji mereka sendiri (yang bahkan dikonfirmasi sebanyak tiga kali!) tidak dapat mereka tepati?

Bagaimana mereka dapat dilihat sebagai pria bernilai tinggi, jika mereka tidak dapat menghargai ucapan mereka sendiri?

Ada dua cara belajar sesuatu. Pertama, melihat contoh teladan dan mengikutinya. Kedua, melihat contoh buruk dan menghindarinya.

Hari ini, Anda melakukan cara yang kedua.

Saya perkenalkan pria-pemimpi pertama: Stefanus Dimas Raditya, usia 19 tahun, bekerja sehari-hari sebagai operator, nomor HP 081510685322, email just4stay_fun@yahoo.co.id.

Simak alasannya mengikuti workshop, "Hitman system bagi saya merupakan suatu terobosan baru untuk meningkatkan kualitas hidup. Terlebih, saya selalu menjadi pengagum wanita saja tanpa, bisa mendekati dan hanya bisa memebayangkan saja. Oleh karena itu Hitman system adalah kesempatan bagi saya agar transformasi bisa terjadi pada diri saya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih."

Cerdas bermimpi, lugas berbicara, namun tidak serius mengerjakannya. Nol besar.

Selanjutnya, pria-pemimpi kedua: Roy Siregar, usia 34 tahun, bekerja sehari-hari sebagai karyawan swasta, nomor HP 081380301066, email siregar_roy@hotmail.com. Alasan mengikuti Hitman System, "Untuk mendapatkan pasangan hidup karena di usia yang sudah mulai rawan sulit mendapatkan pasangan hidup."

Menginginkan pasangan hidup? Mimpi yang indah, bung, dan teruslah bermimpi.

Kami biasanya tidak melakukan hal seperti di atas, tapi rasanya ini pas sekali dengan apa yang saya uraikan semenjak awal.

Stefanus Raditya dan Roy Siregar. Dua pria kesepian dan (nyaris) putus asa yang terus mengembik, meraung, melonglong mengasihani diri, tanpa berbuat apa-apa.

Menyedihkan dan tidak bertanggungjawab.

Tidak hanya itu, mereka juga sudah menghabiskan waktu kami yang berharga, karena keikutsertaan mereka seharusnya bisa dialihkan kepada pendaftar workshop lainnya. Benar-benar kurang ajar.

Saya berani taruhan seandainya kedua pria itu pernah menjalani hubungan romance sebelumnya, pasti itu berakhir karena mereka tidak bisa menunjukkan sikap yang dewasa dan patut dikagumi.

Anda harusnya bisa melihat Bleu selama dua hari workshop itu. Bagaimana dia mengalami transformasi besar-besaran, menciptakan karakter yang sangat bernilai tinggi. Hari Minggu lalu saya sempat bertemu dengan Bleu lagi dan dia menceritakan beberapa cerita sukses yang didapatkannya sesuai pelatihan. Anda akan mendengar kisahnya nanti.

Benar-benar menambah semangat.

Pelajaran apa yang Anda dapatkan hari ini? Berhenti mengembik, meraung, dan melonglong. Lakukan sesuatu sekarang juga. Ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah kesepian-kejombloanmu, dan salah satunya adalah melalui Hitman System.

Saya dan para instruktur lainnya sangat bersemangat untuk membantumu keluar dari kesengsaraan itu. Workshop Hitman System berikutnya dijadwalkan bulan depan. Tapi sampai saat itu, jangan ragu mengirimkan email berisi keluhan, kegagalan, atau keputusasaanmu dalam mendekati wanita ke alamat kami: hitmansystem(at)gmail.com.

Kami menjamin akan menjawab semua pertanyaan dengan cuma-cuma. Ini adalah komitmen kami.

Sahabatmu,
Lex

TANGGAL TRAINING LOKASI INSTRUKTUR BIAYA KLIK!
21-23 Mei HSEW Platinum 52 Jakarta Jet, Kei, Lex 1.500.000
28-29 Mei HSEW Reguler 53 Jakarta Sins,Kis,Yuki 800.000
18-20 Jun HSEW Platinum 54 Jakarta Jet, Kei, Lex 1.500.000
25-26 Jun HSEW Reguler 55 Jakarta Sins,Kis,Yuki 800.000
23-25 Jul HSEW Platinum 56 Jakarta Jet, Kei, Lex 1.500.000
30-31 Jul HSEW Reguler 57 Jakarta Sins,Kis,Yuki 800.000
20-22 Aug HSEW Platinum 58 Jakarta Jet, Kei, Lex 1.500.000
27-28 Aug HSEW Reguler 59 Jakarta Sins,Kis,Yuki 800.000
Hitman System - Solusi Romansa #1 di Indonesia on Facebook. Get FREE daily missions to improve your social skills now!
Hitman System Network
hitmansystem.com
solusiromansa.com
aboutngarep.com
  The information provided on
hitmansystem.com is intended
for personal edutainment purposes only
Copyright 2006-2010 Hitman System
Web Analytics