Apakah kamu pernah diminta membawakan tas pacarmu? Survey Social Development Service di Singapura mengungkap statistik bahwa 1 dari 4 wanita di sana mengharapkan sang kekasih membawakan tasnya dan 70% pria di sana mengaku bersedia melakukannya sebagai bukti sikap seorangĀ gentleman. Kebiasaan ini sepertinya juga semakin sering ditemukan di Indonesia. Misalnya kemarin salah seorang alumni saya mengirimkan foto candid seorang pria yang membawakan tas kekasihnya. Berikut adalah foto yang sudah saya edit supaya lebih dramatis..
Continue reading
Tag Archives: sosial
Meningkatkan Kharisma Diri

Apakah itu kharisma? Apakah seseorang harus terlahir dengannya, atau kita bisa belajar mendapatkannya? Darimana kita tahu apakah kita memiliki kharisma? Apa saja yang bisa membuat seseorang terlihat berkharisma? Hari ini Anda akan mendapatkan jawaban memuaskan dari pertanyaan di atas, sekaligus personal inner game secrets saya untuk meningkatkan kharisma Anda untuk keperluan sosial, bisnis, dan percintaan! Continue reading
Pembelajaran Via Multitasking

Tempo hari saya menyebutkan bagaimana membuyarkan konsentrasi seseorang akan membuatnya lebih mampu mengamati banyak hal secara sekaligus bersamaan. Anda mungkin bingung apa gunanya kondisi tersebut. Luar biasanya banyaknya, tapi saya beritahu satu yang saya yakin Anda sangat ingin kuasai: ngehit.
Continue reading
Mencari Topik Obrolan Yang Tepat?

Bagi sebagian orang, memasuki lingkungan sosial yang baru dan berinteraksi dengan orang asing adalah hal yang horor. Selain merasa seolah-olah disorot sepanjang waktu, mereka juga sering kebingungan mencari topik pembicaraan yang tepat untuk memecahkan balok es sosial. Jawaban saya adalah: lupakan ketepatan, carilah kesamaan. Continue reading
Mengapa Sulit Jatuh Cinta?
Pertama, menutup mata akan struktur intelejensia dan elemen sosial dinamika yang terkandung dalam cinta dan romansa. Setiap kali berbicara tentang cinta, umumnya manusia selalu menyelaraskannya dengan sejumlah konsep idealisme yang kompleks seperti Jodoh Di Tangan Tuhan, Cinta Sejati, Saling Melengkapi, Cinta Itu Mengalahkan Segalanya, Cinta Indah Pada Waktunya, Cinta Tidak Harus Memiliki, dsb. Akibatnya kita tidak dapat mengamati proses bercinta dari konteks yang realistis: yakni sebuah interaksi sosial belaka.
Sebagaimana interaksi sosial lainnya yang dilakukan sehari-hari -seperti berdagang, belajar, bekerja, berolahraga- ada sejumlah pola dinamika tertentu yang wajib diikuti bila seseorang ingin menemui kesuksesan dalam kehidupan cintanya. Pola dinamika tersebut jarang sekali disentuh, atau bahkan diakui, karena beresiko merendahkan pandangan orang dan konsep tentang cinta. Pola dinamika yang sebenarnya bisa dibedah, dipelajari, dan disusun-ulang dalam bentuk langkah-langkah yang praktis. Continue reading