Ada sebuah email yang baru aja masuk ke inbox kami beberapa jam yang lalu.
“Hi Hitman System,
Ada suatu pertanyaan yang mengganggu setelah saya baca buku The Secret by Rhonda Bryne (kalau para instruktur belum baca, read it guys, it’s a great book). Begini, di section The Secret of Relationship, ada kalimat menarik di halaman 115 buku tersebut, ‘When you want to attract something into your life, make sure your actions don’t contradict your desires’ … Tapi dari yang saya baca di Hitman System, kita harus mengkontradiksikan apa yang kita ucapkan & tindakan yang kita berikan. Honestly, I’m a bit confused.
Bisa dijelaskan? Atas perhatiannya, terima kasih. ”
Jelas aja beda dan membingungkan karena kebanyakan apa yang kita kembangin via Hitman System mengandung justru hal-hal esensi yang memang berlawanan dengan tren The Sampah The Secret (yang pengen versi e-book bule, silakan download di sini. Atau donlot e-book yang Bahasa Indonesia). Ngga disangkali ada beberapa hal minor yang agak terdengar pararel, tapi paradigma Glossy Lifestyle sama sekali tidak berangkat dari presuposisi kacang goreng yang terus-menerus dijual oleh Rhonda Bryne dan kawan-kawannya tersebut. Kami justru menentangnya.
Gue, Kei, dan Jet udah ngebahas panjang lebar tentang perbedaan mindset tersebut dalam pertemuan Total Immersion Bootcamp di ultah kedua Hitman System bulan Februari yang lalu, berikut mengapa filosofi Glossy secara praktis mampu memberikan dampak yang lebih nyata daripada pil bualan berlabur gula manis yang ditawarkan oleh meme Law of Attraction. Kalau ngutip kalimat persis apa yang gue sampein di pembukaan acara itu kemarin, “You are going to learn The Secret behind the secrets of The Secret.” Kalau berminat tahu, ngga perlu repot-repot nunggu TIB berikutnya karena dalam workshop dan seminar pun kita akan ngasih tau beberapa bagian dari fondasi Glosifikasi ini.
Jika The Secret mendorong pembacanya menjadi seseorang yang sukses, Hitman System dan seluruh dimensinya mendorong pembacanya menjadi manusia yang signifikan. Sukses vs Signifikan, ada perbedaan yang besar di antara kedua hal tersebut. Makanya kita sering analogiin perbedaan itu sebagai berikut: para praktisi The Secret adalah anak-anak kecil yang terus bermimpi fantastis dan berlarian mengejarnya, sementara praktisi The Secret behind the secrets of The Secret (baca: glossy guys dan gals) adalah mereka memberikan makna dalam hidup dengan cara membantu banyak anak kecil dan orang lain menggapai impiannya.
Menjawab pertanyaan via email di atas, alasan mengapa beberapa artikel HS mengajarkan strategi kontradiksi ucapan dan tindakan adalah karena imaji yang terkontrol merupakan jaminan akan hilangnya ketegangan antara minat dan harapan. Hidup yang terlalu sempurna, kaku dan lurus seringkali menjerumuskan seseorang pada kelahiran masa depan yang prematur, syukur-syukur tidak sampai sungsang. Justru sebuah hubungan akan menjadi sangat hidup, menjanjikan, dan berkualitas ketika terjadi inkonsistensi yang sengaja diciptakan. Kontradiksi tersebut melahirkan kekacauan, dan dari dalam kekacauan akan timbul usaha-usaha harmonisasi (chaotic harmony) yang pada akhirnya menciptakan kelekatan emotif di antara kedua insan yang terlibat.
Bingung? Penasaran dengan penjabaran lebih jelas dan praktis? Makanya apply aja Mega Seminar 2008 : Pria, Cinta, dan Petualangan. Dengan biaya yang cuma setengah dari Workshop, masih sama seperti di tahun 2007 kemarin, ngga ada alasan ngerasa terlalu mahal, apalagi ditambah dengan banyak kesempatan untuk ngikutin gratis. Kalau kata orang bijak, when there’s a will, there’s a way. Bukan begitu?
That’s why although The Secret is indeed a good and interesting book of its kind, for me personally it’s nowhere near as great as people claim it to be. Buku dan tulisan yang berkualitas wajib membuka horizon kita lebih lebar dan berakhir dengan lebih banyak pertanyaan daripada sebelum kita membaca buku tersebut. The Secret jelas tidak ditulis ataupun ditujukan untuk beroperasi pada tatanan yang seperti itu. Ia diciptakan untuk membuai, membuai, dan membuai. Ia memberikan persis apa yang orang ingin dengar. Kalau gue punya bisnis toko buku sendiri, The Secret akan ditaro dalam deretan rak Dongeng Indah Untuk Usia Pasca Kanak-Kanak.
There are a lot of more powerful writings out there. And one of them that stands out in the top of my favorite all time book list is God’s Debris (klik kanan dan Save Target AS untuk download) by Scott Adams. By far, the book is other worldly phenomenal. Keunggulan yang dimiliki buku ini dibandingkan buku sejenis lainnya adalah ketajaman, kelugasan dan efesiensinya: apa yang buku-buku sejenisnya biasa lakukan dalam dua-tiga ratus halaman, Scott Adams melakukannya hanya dalam 144 halaman, itupun ukuran halaman yang sangat kecil dan ramping.
Saat ini God’s Debris adalah bacaan wajib bagi setiap alumni workshop dan seminar Hitman System, dan khususnya salah satu syarat utama untuk bisa ikutan acara Philosophy Nite yang baru aja kita jalanin dua minggu yang lalu dengan mengundang sekitar sepuluh orang alumnus di Grand Tropic Hotel. Nyesel banget yagn ngga ikut karena benar-benar menyenangkan ngabisin waktu sepanjang malam sampai pagi jadi pelacur yang ngobrolin tentang hal-hal ajaib, besar, dan tabu yang sama sekali tidak berhubungan dengan romansa dan wanita.
Menyusul setelah God’s Debris adalah Sophie’s World ((klik kanan dan Save Target AS untuk download). Saat ini udah ada terjemahan bahasa Indonesianya, Dunia Sofie, pasti ada di Gramedia) karya Jostein Gardner. Ini adalah hasil karya epik yang sangat menantang dan berbahaya. Highly recommended, hanya saja bukunya sangat tebal, jadi mungkin akan bikin ilang selera bagi sebagian besar orang. Tapi kalau berhasil baca sampai selesai, elo bakalan speechless dihantui dengan begitu banyak ide, pertanyaan, pembelajaran baru yang bikin hidup elo ngga bakalan sama lagi.
Masih ada beberapa daftar buku lainnya, tapi untuk sementara dibatasi dua judul itu saja. Dua buah buku yang sama sekali tidak berfokus pada jawaban-jawaban instan, melainkan pada pertanyaan, proses dan perjalanan yang dialami, sama seperti apa yang selalu elo temuin dalam Hitman System. Buat yang udah baca kedua buku itu, you’re welcome to share your opinion, thought, and revelations in the comment system below. And untuk you guys yang masih menunggu penjelasan lebih detil dari pertanyaan email di awal entry ini dan mengubah dari sekedar impian romansa jadi sebuah kenyataan tiga dimensi, langsung temuin jawabannya di event megah tanggal 20 September 2008 nanti. Dan jangan lupa ikutan kompetisinya, gratis dan iseng-iseng berhadiah. Have fun!
Popularity: 12% [?]
























